Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, secara terbuka menyayangkan pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dimuat Kompas.com, Kamis, 22 Januari 2026, karena jelas-jelas menciptakan kegaduhan politik yang tidak perlu dan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan yang sedang bekerja untuk rakyat.
Dalam pemberitaan tersebut, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai figur yang berpotensi menjadi kompetitor kuat pada Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan itu disampaikan dalam Podcast Gaspol Kompas.com dengan kutipan:
“(Gibran) bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,”
(Ahmad Ali, Ketua Harian PSI, Podcast Gaspol, Kamis, 22 Januari 2026)
Sumber: Kompas.com
https://nasional.kompas.com/read/2026/01/22/19101401/psi-di-gaspol-hari-ini-gibran-bisa-jadi-kompetitor-kuat-di-2029
Pernyataan ini terlalu dini, tidak sensitif terhadap situasi bangsa, dan sarat spekulasi politik elit. Ketika rakyat masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi, lapangan kerja terbatas, dan kemiskinan ekstrem, PSI justru memilih melempar wacana kompetisi 2029 ke ruang publik. Ini bukan politik yang membangun, ini politik yang mengalihkan fokus rakyat dari kerja nyata ke kegaduhan wacana.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang memikul beban besar: memastikan stabilitas nasional, mengentaskan kemiskinan ekstrem, dan memperkuat ekonomi rakyat. Dalam kondisi seperti ini, pernyataan yang memosisikan Wakil Presiden sebagai “kompetitor” bukan saja tidak produktif, tetapi tidak bertanggung jawab secara politik.
Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu paket oleh rakyat untuk bekerja bersama, bukan untuk dipertentangkan sejak dini melalui framing politik murahan. Narasi semacam ini hanya memperlihatkan nafsu mendahului waktu, seolah-olah kerja pemerintahan hari ini tidak penting dibanding kalkulasi kekuasaan 2029.
Sebagai organisasi yang konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia menegaskan bahwa politik yang baik adalah politik yang menenangkan rakyat, bukan yang meresahkan. Politik yang sehat adalah politik yang memperkuat kepercayaan publik, bukan yang memproduksi spekulasi dan konflik imajiner.
Rakyat tidak peduli siapa akan melawan siapa di 2029.
Rakyat peduli apakah mereka bisa bekerja hari ini.
Rakyat peduli harga pangan, lapangan kerja, dan kehadiran negara dalam hidup mereka.
Jika PSI benar-benar konsisten mendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maka seharusnya PSI fokus membantu mewujudkan janji politik Wakil Presiden kepada rakyat, salah satunya komitmen penciptaan 19 juta lapangan kerja. Itu jauh lebih berguna bagi rakyat daripada sibuk berspekulasi soal kompetisi Pilpres 2029.
Rakyat tidak menilai siapa paling keras bicara,
tetapi siapa paling nyata bekerja. Berhentilah membangun narasi politik dini yang hanya menguntungkan elit dan merugikan stabilitas nasional. Bantu pemerintah bekerja. Kawal program kerakyatan. Turun ke desa. Perjuangkan ekonomi wong cilik. Di situlah legitimasi politik akan lahir dengan sendirinya.
Biarlah 2029 datang pada waktunya.
Biarlah rakyat yang menilai tanpa digiring opini.
Hari ini, yang dibutuhkan bangsa ini bukan spekulasi, tetapi ketenangan politik, kerja nyata, dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
Karena kepemimpinan besar tidak lahir dari kegaduhan, tetapi dari kerja yang sungguh-sungguh dan berpihak pada rakyat.

