
KOREA SELATAN, 22 Oktober 2026 – Kunjungan Mantep Abdul Ghani ke pabrik Zium EcoLoop di Korea Selatan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang industri dan pengembangan potensi ekonomi Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Mantep Abdul Ghani bersama Dr. Bari Ahmad Adhyasta disambut hangat oleh pihak perusahaan.
Kunjungan ini membuka ruang komunikasi untuk menjajaki peluang kolaborasi di sektor hasil tangkapan laut Indonesia, terutama dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perikanan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi pendukung industri yang berorientasi pada keberlanjutan. Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Namun, pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan dukungan teknologi, investasi, sistem pengolahan yang efisien, serta akses pasar yang lebih luas agar hasil tangkapan nelayan dapat memberikan nilai ekonomi yang optimal.
Melalui penjajakan kerja sama dengan mitra industri Korea Selatan, diharapkan terbuka peluang untuk mempertemukan potensi sumber daya Indonesia dengan pengalaman, teknologi, dan jaringan bisnis internasional.
Mengenal Zium EcoLoop, Perusahaan Teknologi Bioaktif Korea Selatan
Berdasarkan profil resmi perusahaan, Zium EcoLoop Co., Ltd. merupakan perusahaan teknologi bioaktif yang mengembangkan platform ZEL Core berbasis fermentasi dan kompleks enzim. Teknologi tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pertanian, pengelolaan lingkungan, hingga peternakan.Perusahaan ini memiliki empat pilar teknologi utama:
1. Terraform – teknologi pemulihan tanah dan pemanfaatan kembali limbah organik menjadi sumber daya yang berguna.
2. PhytoNEX — teknologi pendukung pertumbuhan tanaman dan pengembangan nilai tambah produk pertanian.
3. AquaFlow – solusi untuk pengendalian bau, pengolahan air limbah, serta penanganan beban pencemaran organik.
4. FeedVital – teknologi pendukung pakan, kesehatan lingkungan pencernaan ternak, dan peningkatan nilai produk peternakan.
Informasi tersebut tercantum dalam situs resmi Zium EcoLoop: https://zel.co.kr/
Peluang Kerja Sama dengan Sektor Hasil Tangkapan Laut
Dalam konteks pengembangan industri hasil laut, sejumlah bidang berpotensi menjadi bahan pembahasan lebih lanjut, antara lain pengelolaan limbah organik dari aktivitas pengolahan ikan, pengendalian bau, pengelolaan air limbah, serta pengembangan sistem produksi yang lebih ramah lingkungan. Teknologi lingkungan yang dikembangkan Zium EcoLoop dapat menjadi salah satu bidang yang layak dikaji untuk kemungkinan penerapannya pada industri perikanan. Meski demikian, kesesuaian teknologi tersebut bagi pengolahan hasil tangkapan laut tetap memerlukan kajian teknis, pengujian, dan kesepakatan antarpihak.
Kerja sama juga berpotensi dikembangkan melalui model bisnis yang menghubungkan nelayan, koperasi perikanan, pelaku usaha pengolahan, distributor, dan mitra industri internasional. Dengan pendekatan tersebut, manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati oleh pelaku industri besar, tetapi juga menjangkau nelayan dan masyarakat pesisir.
Mendorong Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Laut IndonesiaKerja sama lintas negara dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia. Pengembangan teknologi, peningkatan standar mutu, penguatan rantai pasok, serta perluasan akses pasar merupakan aspek penting untuk menjadikan hasil tangkapan laut sebagai komoditas bernilai tambah tinggi.
Kunjungan Mantep Abdul Ghani ke pabrik Zium EcoLoop diharapkan menjadi langkah awal bagi komunikasi bisnis yang produktif antara Indonesia dan Korea Selatan. Tahap selanjutnya dapat diarahkan pada identifikasi kebutuhan industri, pemetaan teknologi yang relevan, penyusunan model bisnis, dan penjajakan proyek percontohan. Dengan semangat kolaborasi internasional, potensi hasil laut Indonesia diharapkan semakin mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas, memperkuat kesejahteraan nelayan, dan mendorong pertumbuhan industri perikanan yang berkelanjutan.
Catatan redaksi: Berita ini menggambarkan penjajakan peluang kerja sama. Pengumuman mengenai kontrak, investasi, atau kesepakatan resmi di sektor hasil tangkapan laut perlu didukung dokumen atau keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
