
INISIATOR FORUM KOMUNIKASI NASIONAL (FKN-08) AKAN LAKUKAN AUDENSI DENGAN PT AGRINAS PANGAN NUSANTARA,
Jakarta, 16 Juli 2026 – Inisiator Forum Komunikasi Nasional Nomor Urut 08 (FKN-08) akan melaksanakan audiensi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai bagian dari upaya membangun sinergi strategis antara organisasi kemasyarakatan, relawan, dunia usaha, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.
Audiensi ini merupakan bentuk komitmen FKN-08 untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pangan yang menjadi salah satu fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Inisiator FKN-08, Yoserizal Nasution, menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani, kepastian distribusi, stabilitas harga, hilirisasi hasil pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
“Ketahanan pangan merupakan pilar utama kedaulatan bangsa. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, dan seluruh elemen bangsa. FKN-08 hadir sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi untuk memperkuat agenda tersebut.”
Senada dengan hal tersebut, H. Safrin selaku perwakilan Inisiator FKN-08 menyampaikan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan sektor pangan nasional.
“Kami melihat PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki peran penting dalam pengembangan produksi, distribusi, pengolahan, dan stabilisasi pangan nasional. Melalui audiensi ini kami berharap dapat menyamakan persepsi, membuka ruang kolaborasi yang konkret, serta menyusun langkah bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.”
Dalam audiensi tersebut, FKN-08 akan memaparkan visi, misi, serta program kerja organisasi yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sektor pangan nasional. Beberapa program yang akan ditawarkan untuk dikolaborasikan antara lain:
- Pemberdayaan Petani dan Kelompok Tani, melalui penguatan kelembagaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses terhadap pasar.
- Pengembangan Simpul Pangan Berbasis Komunitas, dengan melibatkan jaringan organisasi anggota FKN-08 di berbagai daerah sebagai mitra dalam penguatan distribusi pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
- Penguatan Koperasi dan UMKM Pangan, melalui pengembangan usaha pengolahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta industri pangan skala kecil agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
- Program Kemitraan Pengadaan dan Distribusi Pangan, sebagai upaya memperpendek rantai distribusi sehingga harga pangan menjadi lebih stabil dan menguntungkan produsen maupun konsumen.
- Pengembangan Lumbung Pangan Komunitas, guna memperkuat cadangan pangan masyarakat dalam menghadapi potensi krisis pangan maupun kondisi darurat.
- Peningkatan Literasi dan Edukasi Ketahanan Pangan, melalui seminar, pelatihan, sosialisasi, serta kampanye nasional mengenai pentingnya kemandirian pangan.
- Digitalisasi Ekosistem Pangan, dengan mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk pendataan petani, pemasaran hasil panen, distribusi logistik, hingga pemantauan rantai pasok pangan.
- Pemberdayaan Generasi Muda di Sektor Pertanian, melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan petani milenial, serta pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian.
- Pendampingan Program Pangan Berbasis Desa, dengan mengoptimalkan potensi wilayah melalui kolaborasi pemerintah daerah, BUMN, koperasi, dan masyarakat.
- Penguatan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang dapat disinergikan dengan kebutuhan masyarakat melalui jaringan organisasi anggota FKN-08 di berbagai daerah.
FKN-08 juga memiliki jaringan organisasi anggota yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi modal sosial yang dapat mendukung implementasi berbagai program PT Agrinas Pangan Nusantara secara lebih efektif, mulai dari sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, pendampingan kelompok tani, hingga pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan program.
Melalui kolaborasi ini diharapkan tercipta ekosistem pembangunan pangan yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani, memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya UMKM pangan, memperkuat koperasi, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen FKN-08 sebagai wadah komunikasi nasional yang menghimpun berbagai organisasi relawan dan elemen masyarakat untuk berkontribusi secara nyata dalam menyukseskan program-program strategis pemerintah, khususnya yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, termasuk mewujudkan kedaulatan pangan, pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Rincian waktu dan tempat pelaksanaan audiensi akan disampaikan secara resmi melalui undangan terpisah setelah diperoleh kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.
HUMAS INISIATOR FORUM KOMUNIKASI NASIONAL (FKN-08)
