
Sentul, 19 Juni 2026 – Sebuah kekuatan baru yang bersatu dari berbagai elemen pendukung dan relawan Presiden Prabowo Subianto secara resmi dideklarasikan hari ini. Bertempat di Griya Alam Sentul Blok A1 No 29, Bogor, Forum Komunikasi Nasional‑08 (FKN‑08) menggelar pertemuan konsolidasi yang dihadiri oleh pimpinan tertinggi dari 50 organisasi relawan dan elemen masyarakat yang memiliki visi sama untuk menjaga dan memajukan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto.
Pertemuan bersejarah ini berawal dari inisiatif lima organisasi utama sebagai penggagas, yaitu GPN‑08, Gema Macan Asia, Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI), Markas‑08, dan Bara Garda. Kelima organisasi ini sepakat untuk membentuk wadah persatuan yang kemudian dinamakan Forum Komunikasi Nasional‑08, di mana para inisiator ini secara musyawarah ditetapkan sebagai pelaksana harian atau Sekretariat Nasional yang akan menjembatani komunikasi dan menyatukan langkah seluruh anggota yang tergabung.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan namun serius ini, hadir secara langsung para Ketua Umum dan pemimpin organisasi yang mewakili puluhan ribu kader di seluruh Indonesia. Di antara tokoh‑tokoh kunci yang hadir dan menandatangani kesepakatan antara lain: Safrin (GPN 08), Yose Rizal (GEMA), Indria (KSTI), Frengky (Markas 08), Fritz (Bara Garda), Nana (GMP), Iwan (Progres 08), Endang (Prasasti), Arifin (KAJI), Heru (Komando PG 08), Inge Mangundap (PPN), Jimmy CK (GL PRO 08), Iwan Baraya (GLADARA), Bagus Yudha (GERASI), Sapto Winarno (BPI), Florence (GeMaTabs), Indah (GIBBRAKA), Teguh Haryono (Al Istiqomah 08), Alfian Usman (LAPTSI), Timbul Malau (Gerima), Sutiana (BARCYIRA INDONESIA MAJU), Aderini (Srikandi Indonesia Berkibar), KH. Matsani AR (FPN RI), Maya Amhar (SK HAPPI), Gidion (Getar 08), Zainudin (PPG Center), Armansyah SE (MACAN ASIA INDONESIA), Abd Rahman (LMA), Amri Piliang, SH, CIRM, CIRP (GARDA PRABOWO), Parasari (Gardu Massa Prabowo), KMRT Kusumonegoro (HMNI), Hernita (Gemma08), Dian Wibowo (DuWo), Elsy Damayanti (SISTER SEHATY), Subarkah (PKN), Irfan (MBOJO), Hendra Zon (KB‑APTSI), Askinanti (Apomgi), E. Suhanda (SIBER), Fauzi Fahrezi (SiPitung), Monisyah (SekNas Indonesia Maju), Dedy Sanjaya (GGN), Yanwar Rizki (DEPROG), Miya (YDKI), Shodiq (Jamra 08), Anggia Bayu (Bemmas), Chaidir Bara (BARACI), Subaedah (Emak‑emak Nusantara), Rahmat Bhote (Fokri Jakarta), Marco (RANBRANI), hingga Norman (PPLHI).
Pertemuan ini menjadi momen penting di mana berbagai organisasi yang sebelumnya bergerak masing‑masing kini meleburkan semangat dan kekuatan menjadi satu kesatuan yang kokoh. Dalam diskusi yang mendalam dan konstruktif, seluruh peserta sepakat untuk menetapkan arah gerak dan komitmen utama Forum Komunikasi Nasional‑08.
Satu poin utama yang disepakati secara bulat adalah dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap seluruh program kerja dan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto. Para peserta menilai bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini sudah tepat dan berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga wajib untuk didukung dan dijaga agar dapat berjalan efektif dan memberikan hasil nyata. Dukungan ini diberikan dengan semangat untuk menyempurnakan pola pelaksanaan dan sistem kerja yang ada, agar tujuan negara dapat tercapai dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih merata.
Secara khusus, FKN‑08 juga menegaskan sikap tegasnya untuk mendukung komitmen besar Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi di segala lini, penegakan seutuhnya Pasal 33 Undang‑Undang Dasar 1945 tentang perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, serta kebijakan satu pintu ekspor yang bertujuan melindungi dan menambah nilai kekayaan alam bangsa.
Menyadari tantangan informasi yang semakin kompleks, forum ini juga menyepakati peran strategisnya sebagai benteng pertahanan narasi kebangsaan. Di tengah maraknya ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah yang kerap memonopoli ruang dialektika baik di ruang publik maupun media sosial, FKN‑08 bertekad hadir sebagai “Gudang Narasi dan Pabrik Opini” yang bertanggung jawab.
Tugas utama ke depan adalah mencerdaskan masyarakat luas, meluruskan persepsi yang keliru, serta menjaga marwah, nama baik, dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dari serangan narasi yang bertujuan melemahkan kewibawaan negara dan persatuan bangsa.
Dengan berdirinya Forum Komunikasi Nasional‑08, terbentuklah satu wadah besar yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi kekuatan pengawal kebijakan, penyebar informasi yang benar, dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan cita‑cita Indonesia Emas. Semangat persatuan yang terbangun hari ini di Sentul menjadi bukti nyata bahwa pendukung Prabowo Subianto terus hadir, bersatu, dan siap mengawal negeri ini menuju masa depan yang lebih adil, makmur, dan berdaulat.
