
Biografi
Nama Lengkap: Indria Febriansyah, S.E., M.H.
Tempat Tinggal : Yogyakarta
Tempat, Tanggal Lahir: Musi Rawas
Orang Tua: Alm. Usrin Mura, A.Md
Pendidikan
S1: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Lulus 2012)
S2: Universitas Marsekal Surya Dharma (Lulus 2025)
Profil Singkat
Indria Febriansyah, S.E., M.H. merupakan pengamat politik dan analis kebijakan publik dari generasi muda Tamansiswa yang dikenal aktif dalam isu pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan dinamika kebangsaan. Ia memiliki latar belakang kuat sebagai mantan aktivis mahasiswa serta pendiri gerakan intelektual kampus yang berfokus pada penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan nasional.
Riwayat Organisasi & Kepemimpinan
Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (2024–Sekarang)
Sejak 2019, Indria Febriansyah memimpin Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI), sebuah organisasi nasional yang menghimpun alumni dan keluarga besar Tamansiswa. Di bawah kepemimpinannya, KSTI berkembang menjadi gerakan sosial-intelektual yang aktif dalam advokasi pendidikan, penguatan jaringan alumni, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Tamansiswa.
Pendiri & Ketua Koperasi Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara (2024–2029)
Indria merupakan penggagas sekaligus Ketua Koperasi Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara, yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi modern. Program utamanya meliputi pembiayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan ekosistem bisnis berbasis alumni.
Pendiri Forum BEM DIY
Sebagai mantan aktivis mahasiswa, Indria mendirikan Forum BEM DIY sebagai wadah konsolidasi gerakan mahasiswa lintas kampus di Yogyakarta dalam merespons isu-isu strategis nasional dan daerah.
Penggagas Revitalisasi Pemuda Tamansiswa
Ia aktif mendorong kebangkitan peran pemuda Tamansiswa agar adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.
Koordinator Aliansi Masyarakat Pendukung Presiden Prabowo
Indria terlibat dalam konsolidasi gerakan masyarakat sipil yang mendukung kepemimpinan nasional, dengan fokus pada penguatan narasi kebangsaan, stabilitas politik, dan pembangunan berbasis kerakyatan.
Sekretaris Ikatan Relawan Prabowo Merah Putih Se-Indonesia
Dalam peran ini, ia berkontribusi dalam pengorganisasian relawan secara nasional, termasuk penguatan komunikasi politik dan gerakan sosial berbasis akar rumput.
Kiprah & Kontribusi
Sebagai seorang aktivis pendidikan, analis kebijakan publik, dan penggerak ekonomi kerakyatan, Indria Febriansyah konsisten memperjuangkan prinsip “among system” ala Ki Hadjar Dewantara—pendidikan yang memerdekakan, berbasis budaya, dan berorientasi pada kemandirian.
Ia juga aktif dalam berbagai forum diskusi nasional, menulis opini publik, serta memberikan analisis kritis terhadap isu-isu strategis seperti:
Reformasi pendidikan nasional
Keselamatan transportasi publik
Penguatan koperasi dan UMKM
Dinamika politik dan demokrasi Indonesia
Visi & Misi
Pendidikan: Memodernisasi ajaran Tamansiswa agar relevan dengan era digital tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Ekonomi Kerakyatan: Menjadikan koperasi sebagai pilar utama kemandirian ekonomi masyarakat.
Kebudayaan: Melestarikan nilai-nilai lokal sebagai fondasi pembangunan nasional.
Kebangsaan: Menguatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan arah pembangunan Indonesia.
Penghargaan & Apresiasi
Indria Febriansyah memperoleh berbagai apresiasi dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas aktivis atas dedikasinya dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusinya dalam diskursus kebijakan publik.
Keluarga & Latar Belakang
Indria adalah putra dari almarhum Usrin Mura, A.Md, seorang pendidik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, dan pengabdian yang diwariskan sang ayah menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Penutup
Saat ini, Indria Febriansyah terus aktif menggerakkan berbagai inisiatif strategis melalui KSTI dan koperasi alumni, dengan komitmen kuat pada prinsip:
“Memajukan pendidikan, menguatkan ekonomi kerakyatan, dan menjaga warisan budaya Tamansiswa.”
