
Jakarta, 21-Januari-2026.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono resmi tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra setelah mundur dari partai tersebut per 31 Desember 2025, menyusul langkahnya masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
Dasco menegaskan bahwa pengunduran diri Thomas dari struktur kepengurusan dan keanggotaan Gerindra sudah resmi dilakukan sebelum proses pencalonan BI berjalan. Dengan status non-partai, Thomas memenuhi salah satu persyaratan administratif untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI.
Pengusulan nama Thomas untuk mengisi kursi Deputi Gubernur BI dilakukan setelah salah satu Deputi Gubernur, Juda Agung, mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut Dasco, pencalonan tiga nama termasuk Thomas bukan berasal dari Presiden, tetapi atas usulan Gubernur Bank Indonesia dan disampaikan secara kolektif kelembagaan kepada DPR RI.
Proses fit and proper test dijadwalkan berlangsung di DPR pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1), di mana tiga calon akan diuji kelayakan dan kompetensinya.
Pencalonan Thomas yang juga dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto memicu kekhawatiran sebagian pelaku pasar dan analis internasional mengenai independensi Bank Indonesia. Investor sempat mencermati pelemahan nilai tukar rupiah, yang turun mendekati level terendah terhadap dolar AS, di tengah spekulasi soal politisasi kebijakan moneter. Namun, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan di BI diambil melalui konsensus kolegial dan pencalonan Thomas tidak berarti menghapus independensi moneter. Selain itu, pemerintah juga menyatakan bahwa Thomas telah memenuhi semua persyaratan regulasi, termasuk status non-partai politik, sehingga proses pencalonannya sah secara administratif.
Thomas Djiwandono merupakan figur yang dikenal memiliki latar pendidikan dan pengalaman yang luas, termasuk pendidikan luar negeri dan peran sebagai Deputi Menteri Keuangan. Meski demikian, informasi rinci mengenai latar pendidikan dan pengalaman profesionalnya secara resmi tidak banyak dipublikasikan dalam rilis pemerintah terbaru. Namun berbagai sumber internasional menyebutkan bahwa latar belakangnya sebagai pejabat pemerintahan dan pengalaman di sektor fiskal dapat menjadi modal dalam menjalankan fungsi BI jika terpilih.
Pandangan Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia
Organisasi Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia menyampaikan dukungan atas proses regenerasi kepemimpinan di sektor moneter yang melibatkan generasi nasionalis muda, termasuk tokoh seperti Thomas Djiwandono.
Organisasi ini menilai bahwa kepemimpinan di dunia keuangan Indonesia perlu kombinasi antara wawasan global dan semangat kebangsaan untuk mendorong kedaulatan ekonomi. Menurut Organisasi KSTI ini, sosok yang kompeten sekaligus berpijak pada kepentingan nasional dapat menjadi representasi transisi menuju tata kelola ekonomi yang lebih dinamis dan pro-rakyat.
