
NASIONALISME TIDAK BOLEH KALAH OLEH KEPENTINGAN ASING!
Kabut Asap 2026: Jangan Biarkan Uang Asing Membeli Hutan Kita Lalu Membakar Rakyat Kita
Oleh: Indria Febriansyah, S.E., M.H.
Inisiator Forum Komunikasi Nasional-08 (FKN-08)
Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI)
Indonesia bukan jajahan. Hutan kita bukan komoditas jual-beli bagi modal asing. Udara yang dihirup 280 juta rakyat Indonesia bukanlah limbah yang boleh dibuang begitu saja demi keuntungan segelintir korporasi. Ini tanah air kita. Dan di tanah kita, hukum kita harus berdiri tegak tidak boleh tunduk pada kekuatan uang dari negeri mana pun.
JANGAN BEBANKAN KESALAHAN KORPORASI KE PUNGGUNG RAKYAT!
Sudah cukup rakyat yang menderita. Petani yang kehilangan lahan, ibu yang membawa anak ke rumah sakit karena sesak napas, pelajar yang tidak bisa sekolah karena udara tak layak hirup merekalah korban. Bukan pelakunya!
Jangan biarkan dunia internasional menuding seluruh bangsa Indonesia sebagai perusak lingkungan, sementara di balik layar ada perusahaan-perusahaan besar termasuk yang berafiliasi dengan modal asing yang terindikasi memanfaatkan kelalaian, memanipulasi izin, bahkan membakar lahan demi keuntungan cepat. Jangan jadikan rakyat Indonesia sebagai kambing hitam bagi kejahatan korporasi yang berlindung di balik bendera investasi!
93 PERUSAHAAN TERAFILIASI ASING, JANGAN BIARKAN MEREKA LARI DARI HUKUM KITA!
Data yang dirilis WALHI sangat mengkhawatirkan 93 perusahaan terindikasi terkait kelompok usaha besar yang terdaftar di Singapura dan Malaysia diduga memiliki keterkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Ini bukan kebetulan. Ini pola yang harus dibongkar tuntas!
Bareskrim Polri telah menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka di antaranya 4 perusahaan penanaman modal asing dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Langkah ini harus diapresiasi, tetapi tidak boleh berhenti di sini. Penyelidikan harus menelusuri siapa pemilik sebenarnya, siapa yang mengambil keuntungan terbesar, dan siapa yang memberi perlindungan di dalam negeri. Jangan biarkan mereka hanya mengganti nama perusahaan lalu mulai lagi kejahatannya di tempat lain!
Investasi kami butuhkan. Tapi investasi yang merusak, yang melanggar hukum, yang mengorbankan nyawa rakyat bukan investasi, itu PENJAJAAN EKONOMI! Jika mereka datang dengan niat baik, patuhi hukum kita. Jika mereka datang untuk merampok hutan kita lalu pergi meninggalkan puing-puing dan penyakit bagi rakyat kita USIR DAN HUKUM PIDANANYA!
PEMERINTAH: HARUS TEGAKKAN HUKUM TANPA TAKUT!
Kami apresiasi langkah pemerintah yang telah mengerahkan aparat, memadamkan api, dan mulai memproses hukum. Tapi kami menuntut: JANGAN ADA PENGAMPUNAN. JANGAN ADA NEGOSIASI DI BELAKANG PINTU.
Presiden Prabowo Subianto memimpin negara berdaulat. Negara ini tidak boleh takut pada tekanan diplomatik, tidak gemetar oleh ancaman penarikan modal, tidak berkompromi ketika nyawa rakyat dipertaruhkan. Jika perusahaan asing melanggar hukum Indonesia, hukum Indonesia yang berlaku bukan kebijakan negara asal mereka, bukan tekanan kedutaan besar mereka, bukan tuntutan investor mereka.
Kedaulatan itu bukan slogan. Kedaulatan adalah ketika kita berani mengatakan Di tanah kami, Anda harus menghormati aturan kami. Jika merusak, Anda bayar ganti rugi. Jika melanggar, Anda diproses hukum. Jika kejahatan Anda besar, Anda tutup usaha dan Anda tinggalkan negeri ini!
NASIONALISME ADALAH MEMBELA NKRI BUKAN MEMBENCI NEGARA LAIN
Kita tidak memusuhi warga negara mana pun. Tapi kita harus tegas pada siapa pun warga dalam negeri maupun asing yang menjadikan hutan kita sebagai lahan pembakaran dan rakyat kita sebagai korban tak berdaya. Nasionalisme sejati adalah ketika kita berdiri di sisi rakyat, bukan di sisi pemegang saham, di sisi korban asap, bukan pemilik konsesi, di sisi yang dirugikan, bukan yang mengambil untung dari kerusakan.
Kepada korporasi di mana pun Anda berasal Hutan Indonesia bukan milik Anda. Udara Indonesia bukan hak Anda untuk mencemari. Rakyat Indonesia bukanlah biaya yang boleh Anda korbankan demi keuntungan kuartalan Anda.
Kepada sesama anak bangsa Jangan terpecah. Jangan diadu. Jangan biarkan kekacauan ini membuat kita saling menyalahkan satu sama lain. Lihatlah ke atas ke siapa yang memegang izin, ke siapa yang mengantongi keuntungan, ke siapa yang selama ini lolos dari jerat hukum. Di situlah musuh sesungguhnya berada. Bukan di antara kita sesama rakyat.
INDONESIA MILIK RAKYAT INDONESIA!
Tegakkan hukum sampai ke akar-akarnya. Usut pemilik sebenarnya. Cabut izin bagi yang terbukti melanggar. Tegaskan kepada dunia: Indonesia terbuka untuk kerja sama, tetapi tertutup untuk eksploitasi.
Hutan kita harus dijaga. Udara kita harus bersih. Hukum kita harus berwibawa. Dan kedaulatan kita tidak boleh, tidak akan, dan tidak pernah boleh dikalahkan oleh kepentingan asing mana pun!
INDONESIA BERDAULAT! HUKUM BERJALAN! RAKYAT DILINDUNGI!
