Oleh: Indria Febriansyah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya adalah wujud tanggung jawab negara kepada generasi masa depan. Negara hadir memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap membangun bangsa. Kebijakan ini digagas dan didorong kuat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam perspektif konstitusi, pemenuhan gizi anak bukan sekadar program pemerintah, melainkan hak anak-anak Indonesia. Ketika negara menyediakan makanan bergizi bagi pelajar, negara sedang menjalankan mandat moral dan konstitusional untuk melindungi generasi penerus bangsa.
Namun di tengah upaya tersebut, muncul pula narasi yang menuduh program ini dengan berbagai label negatif, bahkan menyebutnya sebagai “program maling”. Tuduhan semacam itu tidak hanya berlebihan, tetapi juga berpotensi menyesatkan opini publik.
Kritik terhadap kebijakan publik tentu sah dan penting dalam demokrasi. Namun kritik harus berbasis fakta, bukan tuduhan tanpa dasar. Menyematkan label kriminal terhadap program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak justru berisiko mengaburkan tujuan utama memastikan generasi muda Indonesia tidak tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi.
Yang perlu dipahami, program sebesar MBG tentu harus diawasi secara ketat agar berjalan transparan dan akuntabel. Pengawasan dari masyarakat, lembaga audit, dan penegak hukum sangat penting untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar sampai kepada anak-anak yang berhak menerimanya.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap narasi yang berpotensi memecah belah atau menimbulkan kecurigaan tanpa dasar. Ketika perdebatan publik berubah menjadi tuduhan dan saling cap, yang dirugikan justru adalah rakyat terutama anak-anak yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama program tersebut.
Karena itu, yang dibutuhkan bangsa ini bukan pertengkaran narasi, melainkan komitmen bersama: memastikan program yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia berjalan dengan baik, transparan, dan benar-benar memberi manfaat bagi mereka.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program seperti MBG sangat sederhana:
apakah anak-anak Indonesia menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Jika jawabannya ya, maka negara sedang berjalan ke arah yang benar.
representatifkan tulisan ini menjadi flayer artistik dengan memasukan fhoto penulis dan logo ksti foto terlampir
