
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kepemimpinan Prabowo Subianto dinilai mampu menjaga stabilitas nasional, baik dari sisi politik maupun ekonomi. Kondisi ini menjadi faktor penting yang patut disyukuri, terutama ketika banyak negara lain justru menghadapi krisis akibat tekanan geopolitik. Pandangan tersebut disampaikan oleh Haris Rusly Moti, pemrakarsa 98 Resolution Network, yang menilai bahwa stabilitas yang terjaga saat ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kepemimpinan yang responsif dan terbuka terhadap berbagai dinamika.
Menurut Haris, dalam situasi global yang tidak menentu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa kondisi damai dan kondusif di dalam negeri merupakan modal utama dalam menghadapi ancaman krisis global, baik di sektor energi maupun pangan.
Pemerintah Dinilai Terbuka terhadap Kritik
Haris juga menyoroti pendekatan dialog yang dilakukan pemerintah. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo bersama tokoh-tokoh penting, termasuk Sufmi Dasco Ahmad, aktif membuka ruang komunikasi dengan berbagai kelompok, termasuk pihak yang memiliki pandangan berbeda.Forum-forum diskusi, baik formal maupun informal, kerap dihadiri oleh perwakilan pemerintah untuk menyerap aspirasi dan kritik dari masyarakat. Hal ini menurutnya menjadi bukti bahwa tudingan pemerintah anti kritik tidak memiliki dasar yang kuat. Lebih lanjut, Haris menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak menjalankan politik pecah belah (divide et impera), melainkan mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Respons Cepat terhadap Evaluasi Program
Salah satu contoh keterbukaan pemerintah terhadap kritik adalah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Haris mengungkapkan bahwa berbagai masukan yang muncul telah ditindaklanjuti dengan perbaikan tata kelola program. Presiden Prabowo bahkan telah memerintahkan investigasi terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut. Langkah tegas diambil dengan menutup sejumlah dapur MBG yang terbukti melakukan pelanggaran. Menurut Haris, tindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki program prioritas nasional.
Stabilitas Energi dan Pangan Jadi Kunci
Dalam konteks geopolitik global, banyak negara saat ini menghadapi krisis energi yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Namun, Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan energi sehingga tidak menimbulkan gejolak besar di dalam negeri. Haris menggambarkan situasi di beberapa negara yang mengalami kelangkaan bahan bakar hingga menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat. Sebaliknya, di Indonesia, pemerintah dinilai mampu menjaga ketersediaan energi dengan harga yang tetap terjangkau. Meski sempat terjadi kelangkaan gas elpiji di beberapa wilayah, pemerintah dinilai sigap dalam mengatasi persoalan tersebut. Bahkan, kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun menjadi langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat.
Selain energi, sektor pangan juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah dinilai berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui program swasembada, sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor di tengah persaingan global yang semakin ketat. Stabilitas Ekonomi Berdampak pada Kesejahteraan, Haris menekankan bahwa stabilitas tidak hanya berkaitan dengan politik dan keamanan, tetapi juga menyangkut kondisi ekonomi masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok terkendali dan distribusi berjalan lancar, maka aktivitas ekonomi dapat terus berlangsung. Sebaliknya, jika terjadi ketidakstabilan, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari terganggunya distribusi pangan hingga meningkatnya angka pengangguran akibat penutupan industri. Pelaku usaha, termasuk UMKM, juga sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku. Oleh karena itu, menjaga stabilitas ekonomi menjadi kunci dalam melindungi kesejahteraan masyarakat secara luas.
Ajakan untuk Menjaga Persatuan
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Haris mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan persatuan dan kerja sama. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan, melainkan harus dikelola dalam semangat demokrasi yang sehat. Menurutnya, persatuan yang dibangun bukan untuk melindungi kekuasaan semata, melainkan untuk menjaga keselamatan bangsa dari potensi krisis global yang dapat berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Ia juga mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparatur negara seperti ASN, TNI, dan Polri, agar menjalankan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing dan tidak menyalahgunakan kebijakan pemerintah untuk kepentingan pribadi.
Komitmen Pemerataan Kesejahteraan
Melalui berbagai program prioritas, pemerintahan Prabowo dinilai memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Program seperti Makan Bergizi Gratis, koperasi berbasis rakyat, pendidikan inklusif, serta swasembada pangan dan energi menjadi bagian dari upaya tersebut. Program-program ini dinilai progresif karena secara langsung menyasar akar permasalahan ketimpangan ekonomi di masyarakat. Namun demikian, Haris menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang baik dan pengawasan yang ketat.
Dukungan dan Pengawalan dari Masyarakat
Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Haris menyatakan komitmennya untuk terus mengawal jalannya program-program pemerintah. Ia juga mengapresiasi berbagai bentuk kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi yang konstruktif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Penutup
Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai berada dalam posisi yang relatif stabil. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas politik, ekonomi, dan sosial. Namun, tantangan ke depan tetap tidak ringan. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas yang telah tercipta, sekaligus memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.Dengan persatuan dan kerja sama, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan arah, serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
